Perubahan dunia kerja pascarevolusi industri telah membawa tantangan besar bagi keluarga. Kini semakin banyak rumah tangga yang memiliki dua pencari nafkah, sementara tuntutan kerja yang fleksibel, digitalisasi, dan ekonomi 24/7 membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur. Akibatnya, banyak karyawan kesulitan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Untuk menjawab tantangan ini, organisasi mulai menerapkan beberapa kebijakan. Salah satunya adalah kebijakan ramah keluarga atau dikenal juga sebagai family friendly policies.
Melalui hasil penelitiannya, Dr. Naomi Vembriati, M.Sc., menjelaskan bagaimana kebijakan ramah keluarga dapat menjadi salah satu strategi organisasi untuk mendukung kesejahteraan karyawan.
Tonton selengkapnya pada video berikut.