Bayangkan hidup di dalam kabut antara realitas dan ilusi, itulah gambaran perjuangan penyintas skizofrenia. Gangguan ini, meski tingkat kematiannya rendah, menyebabkan disabilitas berat yang memengaruhi produktivitas, interaksi sosial, dan kualitas hidup. Penanganannya kini bergeser dari sekadar meredakan gejala menjadi pendekatan pemulihan yang holistik dan partisipatif, namun masih sering mengabaikan konteks budaya lokal.
Video ini membahas model perawatasuhan yang dikembangkan untuk mendukung proses pemulihan penyintas skizofrenia. Sebuah pendekatan yang menyoroti pentingnya konteks budaya dalam praktik perawatan dan pemulihan kesehatan mental. Hasil dari penelitian Dr. Yohanes Kartika Herdiyanto, S.Psi.,M.A., yang berjudul “Model perawatasuhan penyintas skizofrenia untuk mencapai pemulihan pada konteks budaya Jawa“.
👉 Tonton sampai selesai untuk memahami bagaimana perawatan berbasis budaya dapat mendukung proses pemulihan yang lebih bermakna.