• Tentang UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM UGM
Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA
KANAL PENGETAHUAN PSIKOLOGI
  • Beranda
  • Artikel Psikologi
  • 3 Minute Thesis
  • Podcast
  • Tokoh Psikologi
  • Beranda
  • Artikel Psikologi
  • Mahasiswa UGM Tingkatkan Kesadaran Peduli Lingkungan di Dusun Mejing Wetan Lewat Sosialisasi Edukasi Pemilahan Sampah, Biopori, dan Kerja Sama dengan Bank Sampah Lokal

Mahasiswa UGM Tingkatkan Kesadaran Peduli Lingkungan di Dusun Mejing Wetan Lewat Sosialisasi Edukasi Pemilahan Sampah, Biopori, dan Kerja Sama dengan Bank Sampah Lokal

  • Artikel Psikologi
  • 27 October 2025, 14.02
  • Oleh: Humas
  • 0

Tim Hibah Kreativitas Mahasiswa Fakultas Psikologi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus untuk mengupayakan peningkatan kesadaran mengenai sampah serta menambah pengetahuan secara komprehensif dan praktis mengenai sistem pengelolaan sampah yang baik guna mendorong perubahan perilaku dalam memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan perilaku prososial terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, tim berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terletak di sasaran lokasi, yaitu Dusun Mejing Wetan, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim yang diketuai oleh Nailah Ilma’ Hamuda (Psikologi 2022) dengan anggota tim yaitu Phidya Ayu Namira (Psikologi 2022), Hawa Berlian Kinanti (Psikologi 2022), Ratih Aulia Hasna (Psikologi 2022), dan didampingi oleh Dr. Rizqi Nur’aini A’yuninnisa, S.Psi., M.Sc. sebagai dosen pendamping mengadakan serangkaian kegiatan sosialisasi yang berawal dari keresahan terhadap masalah sampah di Yogyakarta. 

“Di sekitar kita, masih banyak orang yang malas memilah sampah. Selain karena belum adanya aturan yang mengikat dari pemerintah, beberapa orang juga beranggapan, ‘buat apa dipisah kalau pada akhirnya dicampur lagi?’ Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa sampah B3 seperti baterai atau kabel harus diperlakukan secara khusus. Karena itu, program ini diinisiasikan untuk menjawab hal-hal tersebut sekaligus menyasar pengolahan sampah organik yang juga masih menjadi PR besar. Kami ingin memberikan solusi pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari memilah dan menjual sampah daur ulang ke bank sampah hingga mengolah sampah organik di rumah,” ucap Ilma sebagai ketua yang menginisiasi adanya program ini.

Berangkat dari keresahan dan permasalahan yang ada, Tim Hibah Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat memberikan solusi yaitu berupa program “Edukasi Pemilahan Sampah, Pengelolaan Sampah Organik, dan Penyaluran Sampah Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Lingkungan di Dusun Mejing Wetan”  dengan menggaet kerja sama dengan mitra Wonderhome, sebuah rumah literasi berbasis lingkungan dan masyarakat yang hadir tidak hanya sebagai perpustakaan dengan koleksi buku dan media belajar, tapi juga sebagai penggerak gairah dan budaya literasi di tengah masyarakat. Wonderhome memiliki program kerja yang dinamakan Wondergreen, yaitu solusi pengelolaan sampah berbasis bank sampah. Sampah yang sudah dipilah nantinya akan diangkut untuk diolah lebih lanjut. Nantinya warga yang telah memberikan sampah mereka dapat menabung dan mengambil saldo. Sayangnya, beberapa bagian dari Dusun Mejing Wetan belum familiar dengan nama Wonderhome. Sebagai solusi, kami turut mengundang Wonderhome untuk melakukan sosialisasi terhadap program kerja mereka kepada warga dusun yang belum mengenal Wonderhome. Hal ini menjadi salah satu solusi yang menjamin keberlanjutan program yang diusung oleh Tim Hibah karena adanya mitra yang berlokasi di tempat pengadaan program.

Program ini terdiri dari beberapa sesi sosialisasi yang ditujukan untuk tiga RT yang terletak di Dusun Mejing Wetan. Sesi pertama adalah sosialisasi dari Wonderhome yang mengenalkan berbagai program kerja, termasuk salah satunya adalah Wondergreen. Kedua adalah penyampaian materi mengenai jenis-jenis sampah serta cara mengolahnya. Selanjutnya adalah sosialisasi mengenai solusi pengolahan sampah organik dengan menggunakan biopori. Pada sesi ini, Tim Hibah bekerja sama dengan salah satu mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan, yaitu Meidita Farah Widodo (TIL 2022) untuk menyampaikan materi mengenai biopori secara lebih mendalam. Meidita, atau yang akrab dipanggil Meta, menyampaikan apa itu biopori hingga bagaimana cara merawat lubang biopori. Tidak berhenti sampai di situ, sosialisasi biopori juga dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan biopori serta cara meletakkan sampah organik hingga cairan yang digunakan untuk menyuburkan sampah organik yang hendak ditanam. Cairan yang digunakan adalah campuran dari EM4 dan juga cairan tetes tebu, yang memberikan vitamin kepada bakteri pengolah sampah organik.

“Melalui pelaksanaan program ini, kami berharap warga Dusun Mejing Wetan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara memilah berbagai jenis sampah yang dihasilkan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Hawa, salah satu anggota tim. Phidya dan Ratih turut menambahkan, “Antusiasme yang tampak dari para peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa mereka memiliki ketertarikan dan kesadaran tinggi untuk mengolah sampah lebih lanjut agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.” Lebih lanjut, mereka menjelaskan, “Kami juga telah memasang instalasi biopori di lahan terbuka milik bersama RT 10 dan RT 11 agar dapat dimanfaatkan oleh warga. Hal ini dilakukan karena beberapa peserta menyampaikan kendala tidak memiliki pekarangan rumah yang dapat digunakan untuk membuat biopori secara mandiri. Dengan adanya biopori bersama ini, kami berharap masyarakat memiliki alternatif dalam mengelola sampah organik, serta lubang biopori tersebut dapat segera terisi dan dimanfaatkan sebagai kompos bagi tanaman di lingkungan sekitar’.

 

Penulis: Nailah Ilma’ Hamuda, Phidya Ayu Namira, Hawa Berlian Kinanti, Ratih Aulia Hasna
Editor: Relung Fajar Sukmawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Tags: artikelpsikologi psikologiugm SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab SDGs
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 ext 158
+62 (274) 550435

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY