Pernikahan adalah mitsaqan ghaliza atau perjanjian kokoh yang disaksikan langsung oleh Allah SWT. Tahukah Anda bahwa angka perceraian di Indonesia terus meningkat? Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan pernikahan. Fenomena ini diperumit oleh fakta bahwa klien Muslim merasa ragu mengakses layanan kesehatan mental formal karena minimnya pendekatan yang selaras dengan keyakinan mereka.
psikologiugm
Bayangkan hidup di dalam kabut antara realitas dan ilusi, itulah gambaran perjuangan penyintas skizofrenia. Gangguan ini, meski tingkat kematiannya rendah, menyebabkan disabilitas berat yang memengaruhi produktivitas, interaksi sosial, dan kualitas hidup. Penanganannya kini bergeser dari sekadar meredakan gejala menjadi pendekatan pemulihan yang holistik dan partisipatif, namun masih sering mengabaikan konteks budaya lokal.
Di era digital, mengenali diri sendiri terasa semakin mudah, cukup melalui tes kepribadian online. Banyak orang merasa sudah memahami minat, bakat, hingga arah masa depannya. Salah satu yang populer adalah MBTI, yang kerap digunakan sebagai cara cepat untuk membaca kecenderungan kepribadian.
Pada tahun 2022, angka putus kuliah di Indonesia mencapai 4,02% dari total mahasiswa yang terdaftar. Menurut teori Tinto, salah satu penyebab terjadinya putus kuliah adalah kegagalan integrasi akademik dan sosial mahasiswa dengan perguruan tinggi. Namun, teori ini lebih menekankan pada proses integrasi yang dijalani mahasiswa, bukan pada bagaimana mahasiswa mengevaluasi pengalaman integrasi tersebut. Padahal, evaluasi terhadap proses integrasi dari perspektif mahasiswa dapat memunculkan perasaan memiliki atau tidak memiliki terhadap universitas, yang dikenal sebagai university belongingness (UB).
Salah satu faktor penting yang memicu munculnya Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) adalah pengalaman masa kecil yang penuh kekerasan, penolakan, maupun pengabaian. Perilaku menyakiti diri tanpa niat bunuh diri ini merupakan fenomena psikologis yang memperlihatkan paradoks dalam diri manusia. Secara naluriah, manusia pada umumnya berupaya menghindari rasa sakit. Namun, sebagian individu, termasuk mahasiswa, justru melakukan tindakan menyakiti diri sebagai cara untuk mengatasi tekanan emosional yang dirasakan tidak tertahankan. NSSI bukan sekadar perilaku ekstrem, melainkan bentuk ekspresi dari penderitaan batin yang mendalam. Berbagai kajian menunjukkan bahwa perilaku ini dapat muncul dari interaksi antara pengalaman hidup, kualitas hubungan sosial, serta kemampuan individu dalam mengelola emosi dan pikiran.
Perubahan dunia kerja pascarevolusi industri telah membawa tantangan besar bagi keluarga. Kini semakin banyak rumah tangga yang memiliki dua pencari nafkah, sementara tuntutan kerja yang fleksibel, digitalisasi, dan ekonomi 24/7 membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur. Akibatnya, banyak karyawan kesulitan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Untuk menjawab tantangan ini, organisasi mulai menerapkan beberapa kebijakan. Salah satunya adalah kebijakan ramah keluarga atau dikenal juga sebagai family friendly policies.
Psikologi menjadi ilmu yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat luas. Tidak seperti dulu, saat ini kajian tentang psikologi ramai didatangi, baik yang membahas tentang penyembuhan diri, keluarga, pola asuh, pembentukan kebiasaan, pendidikan, bahkan pernikahan. Selain topik tersebut, Psikologi Islam juga semakin banyak diminati dalam beberapa tahun ini. Pertanyaannya, apakah Psikologi Islam memiliki konsep landasan yang sama dengan Psikologi Konvensional?
Beberapa tahun terakhir, berita tentang mahasiswa yang mengalami depresi hingga bunuh diri semakin sering terdengar. Tekanan akademik, tuntutan sosial, serta kesepian di perantauan membuat banyak anak muda terjebak dalam perasaan tidak berharga dan kehilangan arah hidup. Survei nasional menunjukkan bahwa remaja dan dewasa muda di Indonesia memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk melakukan perilaku menyakiti diri dibandingkan dengan orang dewasa. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan dan kesehatan mental. Namun, di tengah situasi yang mengkhawatirkan ini, muncul sebuah pendekatan terapi yang menjanjikan, yakni Empathic Love Therapy (ELT), metode psikoterapi yang berfokus pada kasih sayang, penerimaan diri, dan pencarian makna hidup yang baru.
Masa kanak-kanak merupakan periode yang paling penting dalam perkembangan sepanjang rentang hidup manusia. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan stabil, termasuk dukungan orang tua secara konsisten dalam memenuhi kebutuhan dasar dan membantu mereka mengenal dunia. Anak yang tumbuh dengan pengasuh yang konsisten akan merasa aman dan mengembangkan konsep diri yang sehat. Namun sebaliknya, anak yang tumbuh dalam lingkungan tidak stabil atau penuh tekanan akan lebih rentan mengalami stres berlebihan dan masalah psikologis di kemudian hari. Pengalaman pada masa kanak-kanak hingga usia 18 tahun yang menyebabkan stres dan trauma disebut dengan Adverse Childhood Experience atau ACEs.
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan pengguna media sosial tertinggi di dunia, berada dalam pusaran arus informasi visual yang sangat deras. Kemudahan mengakses platform berbasis foto seperti Instagram telah mengubah cara kita bersosialisasi dan secara tidak terhindarkan, cara kita memandang diri sendiri. Sayangnya, hal ini sering kali memperburuk citra tubuh pengguna, karena unggahan di Instagram sering merefleksikan standar ideal yang sulit dijangkau.