• Tentang UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM UGM
Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA
KANAL PENGETAHUAN PSIKOLOGI
  • Beranda
  • E-Learning
    • Kuliah Terbuka
    • Kuliah Tamu
    • Artikel Psikologi
    • Podcast
    • Video Pembelajaran
  • Riset & Publikasi
    • Artikel Riset dan Publikasi
    • 3 Minute Thesis
  • Menara Ilmu
    • Kesehatan Mental Masyarakat
    • Psikologi Indigenous & Budaya
    • Proses Mental & Perilaku
    • Rentang Perkembangan Manusia
    • Psikodiagnostika
    • Pengembangan Kualitas Manusia
  • Tokoh Psikologi
  • Beranda
  • psikologiugm
  • psikologiugm
  • page. 2
Arsip:

psikologiugm

Berdamai dengan Cermin: Bagaimana Terapi Bisa Membantu Orang yang Terjebak dengan “Cacat” di Tubuhnya

Artikel Psikologi Monday, 10 November 2025

Pernah berdiri lama di depan cermin, lalu terus-menerus memikirkan satu atau beberapa ‘cacat’ di tubuhmu yang orang lain bahkan tidak melihat? Rasa tidak puas itu bisa tumbuh menjadi obsesi, hingga membuat hidup seolah hanya berputar pada kekurangan tersebut. Jika hal itu mulai mengganggu keseharianmu, waspadalah, karena itu bisa menjadi tanda Body Dysmorphic Disorder (BDD). Body Dysmorphic Disorder (BDD) dikarakteristikkan sebagai kekhawatiran berlebihan terhadap 1 atau lebih ‘cacat’ di tubuh yang seringkali tidak disadari orang lain. Menurut penelitian, sebanyak 1.9% hingga 2.2% mengalami kondisi ini, dan sebanyak 24 - 28% orang di antaranya pernah melakukan percobaan bunuh diri (suicide). 

Anak Sulit Membaca? Teknik Repeated Reading Bisa Jadi Solusi

Artikel Psikologi Monday, 10 November 2025

Anak dengan disabilitas intelektual adalah suatu kondisi perkembangan psikis yang terhenti atau tidak lengkap, utamanya ditandai dengan terjadinya ketidaknormalan perkembangan pada tingkat kecerdasan secara menyeluruh, seperti kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial.  Disabilitas intelektual disebabkan oleh faktor primer dan sekunder. Pada faktor primer yakni adanya keturunan/genetik, sedangkan faktor sekunder disebabkan oleh faktor luar yang memengaruhi otak, seperti kondisi-kondisi yang terjadi ketika masa prenatal ataupun postnatal serta faktor lainnya.

Menemukan Harapan Setelah Kehilangan: Komponen Pendukung bagi Mereka yang Ditinggalkan oleh Korban Bunuh Diri

Artikel Psikologi Monday, 10 November 2025

Bunuh diri menjadi salah satu isu penting dalam kesehatan mental dunia. Pada tahun 2023, WHO mencatat terdapat 700.000 orang meninggal tiap tahunnya. Angka prevalensi tersebut juga didukung hasil penelitian yang menunjukkan bahwa di antara enam anggota keluarga dan 135 anggota komunitas memiliki potensi satu anggota yang melakukan bunuh diri. Tingginya angka tersebut tentu menjadi kekhawatiran bagi masyarakat global. Namun dampak dari tindakan bunuh diri tersebut ternyata juga memberikan konsekuensi besar bagi keluarga terdekat dan orang-orang di sekitarnya. 

Relawan bencana, Pahlawan yang Sering Terlupakan dalam Penelitian Ilmiah

Artikel Psikologi Thursday, 6 November 2025

Dalam setiap bencana yang melanda, baik gempa bumi, banjir, maupun pandemi, terdapat satu kelompok yang selalu hadir di garis depan tanpa banyak sorotan, yaitu para relawan bencana. Mereka bukan hanya tangan pertama yang menolong korban, tetapi juga pihak terakhir yang meninggalkan lokasi bencana. Namun di balik dedikasi tersebut, kesejahteraan mental dan ketangguhan psikologis para relawan kerap luput dari perhatian penelitian dan kebijakan.

Apakah Reminiscence Therapy Berbasis Kearifan Lokal Efektif Mengurangi Depresi pada Lansia?

Artikel Psikologi Thursday, 6 November 2025

Tahukah kamu bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan provinsi dengan jumlah lansia terbanyak di Indonesia? Hingga Desember 2021, tercatat terdapat lebih dari 637 ribu orang lanjut usia di DIY. Jumlah lansia yang besar ini membuka kemungkinan yang lebih besar pula untuk berbagai masalah pada lansia, salah satunya adalah masalah psikologis. 

Benarkah Rasa Welas Asih Diri Dapat Menghindarkan Remaja dari Ide Bunuh Diri?

Artikel Psikologi Thursday, 6 November 2025

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat global. Setengah dari insiden bunuh diri dunia terjadi di negara kawasan Asia, namun di kawasan tersebut perilaku terkait bunuh diri masih kurang diteliti. Di Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa 40% orang dewasa mengalami ide bunuh diri selama pandemi COVID-19, dengan angka tertinggi pada kelompok usia 18–24 tahun. Ide bunuh diri ini merupakan faktor risiko utama bagi perilaku dan percobaan bunuh diri.

Rasa Rumangsa: Empati dan Kesadaran Diri dalam Budaya Jawa

Artikel Psikologi Thursday, 6 November 2025

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa orang Asia cenderung berhati-hati dalam menyampaikan emosi, bahkan lebih memilih diam demi menjaga hubungan tetap harmonis? Jawabannya ada pada budaya, warisan nilai dan norma yang membentuk cara kita berpikir, merasa, hingga berperilaku. Budaya di Asia menekankan empati dan keharmonisan sehingga orang terbiasa lebih peka terhadap perasaan sesama. Kedekatan budaya dengan kehidupan sehari-hari membuat budaya terus-menerus memengaruhi mentalitas, pikiran, emosi, dan tindakan manusia.

Bukan Sekadar WFH: Bagaimana Membangun Tim Virtual yang Berorientasi Solusi?

Artikel Psikologi Thursday, 6 November 2025

Sejak pandemi COVID-19, istilah Work from Home (WFH) menjadi semakin populer. Berbagai perusahaan terutama di sektor digital seperti startup dengan cepat beradaptasi membentuk tim virtual. Bahkan, pembentukan tim virtual di startup Indonesia mengalami peningkatan sebesar 18% selama masa pandemi.  Berbeda dengan tim tradisional yang berada di lokasi yang sama, tim virtual adalah tim kerja yang anggotanya tersebar di berbagai lokasi dan mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi dan berkolaborasi mencapai tujuan. Tren ini bukan hanya sementara. Sebuah survei di tahun 2020 menunjukkan bahwa 70% dari 2.700 pekerja global lebih memilih untuk terus bekerja secara virtual. Lebih lanjut, dari 80% perusahaan global yang menerapkan kebijakan tim virtual selama pandemi, 64% di antaranya kini menjadikan kebijakan tersebut permanen.

Mahasiswa UGM Tingkatkan Kesadaran Peduli Lingkungan di Dusun Mejing Wetan Lewat Sosialisasi Edukasi Pemilahan Sampah, Biopori, dan Kerja Sama dengan Bank Sampah Lokal

Artikel Psikologi Monday, 27 October 2025

Tim Hibah Kreativitas Mahasiswa Fakultas Psikologi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus untuk mengupayakan peningkatan kesadaran mengenai sampah serta menambah pengetahuan secara komprehensif dan praktis mengenai sistem pengelolaan sampah yang baik guna mendorong perubahan perilaku dalam memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan perilaku prososial terhadap kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, tim berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terletak di sasaran lokasi, yaitu Dusun Mejing Wetan, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Parenting Bukan Hanya Insting: Jurnal Reflektif Dalam Mewujudkan Pola Asuh Strategis

Artikel Psikologi Monday, 27 October 2025

Perkembangan sosial dan emosional anak merupakan cerminan dari kematangan sosial dan emosional orang tua. Benarkah demikian? Masa kanak-kanak dipandang sebagai fase krusial dan progresif bagi perkembangan konsep diri, termasuk kemampuan sosio-emosional anak. Orangtua, terutama ibu sebagai figur sosial terdekat bagi anak berperan penting dalam pemberian teladan maupun bimbingan sosial dan emosional yang tepat. Pola pengasuhan yang dilakukan orang tua pada perkembangan ini dapat menjadi sebuah stimulasi atau bahkan penghambat. Data WHO menunjukkan bahwa 20% anak di seluruh dunia mengalami masalah perkembangan sosio-emosional akibat ketidaktepatan pola asuh. 

12345
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 ext 158
+62 (274) 550435

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY