Rentang usia 18 hingga 22 tahun merupakan periode krusial yang dikenal sebagai fase dewasa awal (emerging adulthood). Pada fase ini, individu yang mayoritas duduk di bangku perguruan tinggi,dihadapkan pada masa transisi menuju kemandirian, adaptasi relokasi, tuntutan akademik, serta pencarian jati diri yang kritis. Namun, transisi yang kompleks ini kerap kali mengikis jejaring dukungan sosial sebelumnya, hingga menempatkan mahasiswa pada kerentanan psikologis yang mendalam, terutama rasa kesepian.
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak keempat di seluruh dunia, namun nama Indonesia sendiri masih terdengar asing. Masyarakat dunia hanya mengenal Bali, yang merupakan destinasi wisata favorit. Yang tidak terlupakan dari orang Indonesia adalah keramahannya.
Kita sering terkecoh ketika melihat anak SD begitu lincah mengoperasikan gadget; membuka aplikasi, main game, dan scrolling video. Sering kita buru-buru menyimpulkan bahwa mereka "sudah melek digital". Padahal, pandai memakai gadget belum tentu berhubungan dengan memahami cara memakainya dengan aman. Kemampuan mengenal dunia digital anak-anak sekitar kita mungkin cepat, tapi belum tentu tepat. Sebuah penelitian membuktikan bahwa dengan program yang tepat, sekolah bisa menjadi tempat krusial dimana pemahaman tersebut bisa diajarkan.
Menjadi orang tua di tengah tuntutan kehidupan modern bukan perkara sederhana. Ketika orang tua bekerja, pertanyaan tentang siapa yang mengasuh anak, bagaimana memastikan anak tetap tumbuh optimal, hingga bagaimana membagi waktu dan energi di antara pekerjaan dan keluarga menjadi tantangan yang terus dihadapi banyak keluarga.
“Coba lebih fokus.” “Jangan malas.” “Kamu cuma kurang disiplin.” Kalimat-kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi individu dengan ADHD, komentar semacam ini dapat terasa melelahkan dan menyakitkan.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (1/9). Dipandu oleh Hendry Saputra, episode ketiga belas tahun ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Muhammad Nabhan Husein, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas manifestasi ADHD pada orang dewasa.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering menjadi tempat orang lain bercerita. Namun, tanpa disadari, terkadang ikut membawa beban yang sebenarnya milik orang lain. Rasa harus selalu memahami, membantu, atau menjadi tempat bergantung, sementara kebutuhan dan kondisi diri sendiri mulai terabaikan.
Momen ketika anak mulai berbicara tentu menjadi kebahagiaan bagi orang tua. Namun, perkembangan anak tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ketika kemampuan berbicara anak terlihat berbeda dari anak seusianya, orang tua perlu mengamati perkembangannya tanpa langsung panik.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (4/8). Dipandu oleh Ferry Anggara, episode kesebelas ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, akrab disapa Bu Yayi, yang membahas perkembangan bahasa dan komunikasi pada anak.
Pernahkah kamu merasa sudah memegang gadget sepanjang hari, tapi justru merasa lelah, cemas, atau tidak benar-benar bahagia?
Kita hidup di era digital di mana teknologi telah memudahkan kita untuk belajar, bekerja, dan juga terhubung. Tapi di balik semua kemudahan itu ada sesuatu yang sering kita abaikan. Semakin kita terkoneksi tidak selalu berarti kita semakin sejahtera. Banyak orang justru terjebak dalam distraksi tanpa henti, kehilangan fokus, dan bahkan kendali terhadap hidup digitalnya.
Manusia tidak lahir sebagai “kertas kosong”. Sejak awal kehidupan, manusia telah memiliki semacam sketsa moral yang kemudian berkembang melalui pengaruh lingkungan, budaya, pengalaman, dan proses belajar.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (21/7). Dipandu oleh Sekarayu Puspita, episode kesepuluh ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Samudera Fadlilla Jamaluddin, S.Psi., M.Sc., yang membahas proses psikologis di balik moralitas manusia.
Gempa bumi, tanah longsor, banjir, hingga erupsi gunung api adalah kenyataan yang harus dihadapi masyarakat di berbagai daerah Indonesia, termasuk Yogyakarta.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talkshow psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (7/7). Dipandu oleh Hendry Saputra, episode kesembilan ini menghadirkan seorang alumnus Program Doktor Psikologi UGM, Dr. Nevi Kurnia Arianti, S.Psi., M.Si., yang membahas pentingnya menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern dalam mitigasi bencana.