• Tentang UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM UGM
Universitas Gadjah Mada UNIVERSITAS GADJAH MADA
KANAL PENGETAHUAN PSIKOLOGI
  • Beranda
  • E-Learning
    • Kuliah Terbuka
    • Kuliah Tamu
    • Artikel Psikologi
    • Podcast
    • Video Pembelajaran
  • Riset & Publikasi
    • Artikel Riset dan Publikasi
    • 3 Minute Thesis
  • Menara Ilmu
    • Kesehatan Mental Masyarakat
    • Psikologi Indigenous & Budaya
    • Proses Mental & Perilaku
    • Rentang Perkembangan Manusia
    • Psikodiagnostika
    • Pengembangan Kualitas Manusia
  • Tokoh Psikologi
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Skrining Psikologi dan Kognitif pada Balita, Perlukah Sejak Dini?

Artikel Psikologi Friday, 9 October 2026

Saat ini, pemerintah sedang memerangi isu mendasar pada tumbuh kembang anak, yaitu permasalahan stunting. Stunting adalah kondisi tubuh anak yang lebih pendek dari standar untuk usianya akibat kekurangan gizi kronis. Permasalahan stunting ini menjadi perhatian pemerintah karena dampaknya sangat besar terhadap tumbuh kembang anak, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Anak dengan kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi pada fase 0-2 tahun berpotensi mengalami pertumbuhan fisik yang terhambat, tumbuh kembang kognitif yang buruk, dan pada masa dewasa memiliki risiko penyakit kronis. 

Benarkah Teman Dekat Pasti Lebih Dipercaya? Membedah Makna Kepercayaan dalam Pertemanan

Artikel Psikologi Friday, 9 October 2026

Bayangkan sosok teman yang paling dekat denganmu saat ini. Mungkin sosok teman yang hampir selalu menemanimu menghabiskan waktu, menjadi partner curhat, atau bahkan di tahap mengetahui banyak hal tentang satu sama lain. Dari semua kedekatan itu, coba renungkan sejenak, apakah kamu benar-benar menaruh kepercayaan kepadanya?

Menemukan Makna dalam Merawat Orang Tua

Artikel Psikologi Friday, 9 October 2026

Penelitian terhadap perempuan Jawa yang bekerja sekaligus merawat orang tua mengungkap makna bakti, dukungan sosial, dan tantangan dalam menjaga kesejahteraan keluarga.

Persahabatan Bagai Kepompong? Belum Tentu! Pertemanan tidak selalu Membawa pada Kebaikan

Artikel Psikologi Thursday, 8 October 2026

Seringkali kita mendengar bahwa persahabatan diibaratkan sebagai kepompong yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Artinya, banyak orang menganggap bahwa memiliki teman akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak heran jika kita terus berusaha menjalin hubungan dekat dengan orang lain sekaligus mengembangkan kemampuan sosial supaya dapat diterima dalam lingkungan pertemanan tersebut. Namun, benarkah persahabatan selalu membawa kita pada kehidupan yang lebih baik? Apa jadinya jika kita menjalin pertemanan dengan seorang perundung? Mungkinkah kedekatan tersebut membuat kita turut melakukan perundungan?

Pulung Gantung: Memahami Fenomena Bunuh Diri pada Konteks Indonesia

Artikel Psikologi Wednesday, 7 October 2026

Tahukah Anda bahwa sebagian masyarakat Indonesia mempercayai kemunculan meteor sebagai pertanda akan terjadinya bunuh diri? Kepercayaan yang dikenal sebagai “pulung gantung

” tersebut berasal dari daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Tidak hanya read more

Perlukah Anak Prasekolah Sekolah Daring? Pelajaran Penting dari Pandemi COVID-19

Artikel Psikologi Wednesday, 7 October 2026

Pandemi COVID-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan kita. Tidak hanya menjadi krisis kesehatan, pandemi juga mengubah cara orang bekerja, belajar, dan berinteraksi. Ketika sekolah ditutup demi mencegah penyebaran virus, jutaan anak prasekolah di Indonesia ikut belajar dari rumah. Padahal, pada usia ini anak sedang berada pada masa emas perkembangan (golden age), yaitu periode ketika kemampuan berpikir, berbahasa, bergerak, bersosialisasi, dan mengelola emosi berkembang sangat pesat. Karena itu, pembelajaran tatap muka sebenarnya menjadi pilihan yang paling ideal agar anak memperoleh stimulasi yang optimal.

Apakah Keluarga yang Tidak Utuh Selalu Membuat Anak Kurang Sejahtera?

Artikel Psikologi Wednesday, 7 October 2026

Harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling bermakna adalah keluarga…

Potongan lirik lagu syahdu yang berjudul Keluarga Cemara ini menyampaikan makna bahwa keluarga yang hangat, rukun, dan saling mendukung adalah kekayaan terbesar yang tidak dapat ditukar dengan materi apa pun. Itulah mengapa banyak penelitian psikologi yang menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi pertama dan utama dalam membentuk dan menjaga kesejahteraan psikologis seseorang. Seseorang dengan kesejahteraan psikologis yang baik cenderung memiliki resiliensi diri, tidak pantang menyerah, dan jauh dari kemungkinan mengalami depresi.

Program Telehealth: Sudahkah Membantu Orang Tua dengan Anak Pengidap Gangguan Spektrum Autisme?

Artikel Psikologi Wednesday, 7 October 2026

Mendampingi anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) merupakan perjalanan yang membutuhkan kesiapan, kesabaran, dan dukungan yang memadai dari orang tua. Anak dengan GSA memiliki karakteristik yang beragam, sehingga kebutuhan setiap anak tidak selalu sama. Orang tua perlu memahami cara berkomunikasi, mengelola perilaku, serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan kondisi anak. Namun, bagi banyak keluarga di negara berpendapatan rendah dan menengah, mendapatkan dukungan profesional bukanlah hal yang mudah. Keterbatasan tenaga ahli, fasilitas layanan yang belum merata, serta jarak yang jauh menuju pusat layanan kesehatan sering menjadi hambatan bagi orang tua untuk memperoleh pendampingan yang dibutuhkan.

Screening “Isi Kepala” Remaja: Kunci Rahasia Memutus Rantai Seks Bebas yang Selama Ini Kita Anggap Tabu

Artikel Psikologi Wednesday, 7 October 2026

Pemberitaan media massa mengenai perilaku seks bebas pada remaja hampir selalu berhasil menyita perhatian masyarakat Indonesia. Fenomena ini semakin menjadi sorotan ketika perilaku tersebut disertai dengan berbagai konsekuensi serius, seperti kehamilan yang tidak direncanakan, kekerasan dalam relasi pacaran, hingga kasus yang berujung pada hilangnya nyawa. Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa persoalan hubungan romantis di kalangan remaja tidak hanya berkaitan dengan perilaku seksual semata, tetapi juga menyangkut kemampuan mengelola emosi, mengambil keputusan, menghargai batasan diri dan orang lain, serta membangun relasi yang sehat. 

Diterima Asal Tidak Merepotkan: Ironi Inklusi Disabilitas di Indonesia

Artikel Psikologi Tuesday, 6 October 2026

Kita mulai dengan pertanyaan sederhana: apa itu inklusi?

Kata ini mudah diterima ketika masih berupa gagasan. Siapa yang menolak sekolah terbuka, masyarakat ramah, atau layanan yang menghargai setiap orang?

123…8
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 ext 158
+62 (274) 550435

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY